Perkenalan ini terlalu singkat
Aku dan kamu bertemu saat aku sendiri dan kau juga begitu
. Kita berkenalan tanpa disengaja, saat itu aku melihatmu sedang tersenyum
manis sambil melangkahkan kaki menuju kelasmu . Aku memandangmu dengan begitu jelas,
matamu yang tajam, alismu yang tebal dan senyummu yang membuat hati ini menjadi
berdetak tidak karuan . Setelah saat aku berkenalan denganmu tanpa disengaja ,
aku mulai menyukaimu . Ya, aku mulai mengakui bahwa aku menyukaimu . Menyukai
semua apapun tentangmu. Disela-sela waktu, aku menyisakan untuk memandangmu
dari jendela kelasku mungkin kelas kita tak begitu jauh hanya berjarak sepuluh
langkah dari kelasku .
Tanpa disadari waktu
terus berjalan, kita semakin dekat bagaikan sebuah kertas dan pulpen, tanpa
pulpen kertas tak akan menjadi suatu hal yang menarik . Setiap detik, menit,
jam aku selalu stalking apapun tentangmu, semua kegiatanmu dan mungkin banyak yang
berkata aku wanita kepo. Aaaah tak masalah, bagiku melihat tulisan mu juga aku
sudah merasa puas dengan begitu aku tau apa yang kau lakukan pada saat itu .
Hari demi hari dilewati, aku memberikan sedikit
pengertian, perhatian agar kau peka dengan semua yang aku berikan . Tapi,
apaaaa ? hanya sebuah tulisan pendek yang aku dapatkan . Tak apalah, itu
mungkin kau hanya membuatku merasa bahagia saja .
Aku menganggap
semua tatapanmu, perkataanmu, pengertianmu dan semua yang kau lakukan untukku
itu membuktikan bahwa kau menyukaiku juga . Tapi, tidak. Itu hanyalah sebuah
kebohongan, kebohongan untuk membuatku bahagia .
Disisi lain ada
seseorang yang datang, seseorang itu masa lalumu yang membuat dirimu merasa
diberikan harapan palsu, tapi sekarang mengapa dia datang. Aku tidak
menyalahkan dia datang untuk menyukaimu, itu bagiku hal yang wajar . Tapi
mengapa dia datang saat aku sudah terlanjur mencintai dan menyukaimu . Apakah
kau hanya seseorang yang hanya datang tanpa mengucapkan salam dan pergi dengan
begitu saja tanpa pamit ? Mungkin kita
hanya dijadikan sebagai cinta yang sebatas angin lewat