Teruntuk : dia yang aku payungi
Mungkin aku yang salah selalu menunggu seseorang yang belum
tau pasti hatinya untuk siapa walaupun perkataan yang keluar dari manis bibir
nya itu berkata kamulah seorang wanita yang patut untuk diperjuangkan.
Perjuangkan ? kalo diibaratkan berjuang itu berupaya untuk memenangkan hati
lawan jenis yang sedang ia ingin dapatkan untuk menjadi kekasih hatinya, tapi
nyatanya semua itu hanya fikti belaka. Aku terlalu bodoh untuk percaya dengan
kata-kata menunggu, terlalu bodoh untuk cepat jatuh cinta, terlalu bodoh untuk
cepat menganggumi seseorang sampai pada akhirnya aku sangat bodoh untuk tidak
mengetahui ada seseorang yang mencintaiku disana. Saat aku memayungkan
seseorang yang ku dambakan tanpa memikirkan rintik hujan jatuh tetes demi tetes
membasahi seluruh tubuhku, ada dia yang mengkhawatirkan ku, ada dia seolah-olah
datang tanpa aku sadari memayungkan diatas kepalaku ketika dia sangat khawatir
hujan itu jatuh mengenai tubuhku.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Teruntuk : dia yang memayungiku
Hal itu aku sangat ingat ketika awal berjumpa aku memulai
percakapn lewat sebuah social media, percakapan itu bagaikan percakapan
layaknya seorang teman biasa. Aku hanya menggapnya seorang teman, Karena saat
itu aku sedang mati-matian menunggu untuk menepati janjiku kepada dia seseorang
yang aku tunggu. Aku bodoh tidak mengetahui maksud inti percakapannya itu, aku
hanya berfikir ini hanya sebuah gombalan belaka. Sampai pada akhirnya ternyata
dia yang ku anggap teman biasa menaruh hati kepadaku. Menaruh hati saat awal
kami memulai suatu perkuliahan dan itu saat percakapan dimulai saat dia sedang
menjalankan hobbinya itu. Pada awalnya aku tidak tau masalah hati dia, setiap
kata demi kata dia kirim untuk menemaniku mengajakku kesuatu tempat yang selalu
dibilamg romantis. Dan pada akhirnya aku jujur menyukainya tapi itu aku
katakana didalam hati saja, aku tidak mau siapapun yang tau. Disaat itu aku
mengetahui dia juga menaruh rasa yang sama, dan aku menayakan itu . dan itu
benar , dia bilang suka sejak dulu. Pada akhirnya Cuma kata suka yang
didapatkan, bukankah kata suka itu bermakna banyak ? suka, sayang dan cinta itu
sangatlah berbeda maknanya. Yang aku dapatkan itu suka bukan kata cinta atau sayang.
Dan detik demi detik dilalui melihat sebuah foto dia denga seorang wanita,
wanita itu bukan aku atau bukan temannya melainkan seseorang kekasih yang dia
pacari sejak kembali kekampung halamannya. Rasanya ketika melihat itu dipikiran
ku hanya mencari tau semuanya, dan pada akhirnya dia bercerita “dia menunggu
jawabanku, dan seorang lelaki juga lelah menunggu” tetapi bagiku dia tidak
menanyakan sesuatu apapun , dia hanya bila dia suka. Udah gitu aja. Dalam hal
lain aku hanya berpikir dia Cuma suka bukan ingin melanjutkan adanya hubungan
.intinya sesuatu yang disukai jangan dipendam ceritakan kepadanya mungkin dia
juga memiliki rasa yang sama dengan kita.
Dari : wanita yang harusnya memilih sebuah emas yang memayunginya