Jumat, 06 November 2015

Jangan ambil sebuah perak jika yang kau dapat itu sebuah emas



Teruntuk : dia yang aku payungi
Mungkin aku yang salah selalu menunggu seseorang yang belum tau pasti hatinya untuk siapa walaupun perkataan yang keluar dari manis bibir nya itu berkata kamulah seorang wanita yang patut untuk diperjuangkan. Perjuangkan ? kalo diibaratkan berjuang itu berupaya untuk memenangkan hati lawan jenis yang sedang ia ingin dapatkan untuk menjadi kekasih hatinya, tapi nyatanya semua itu hanya fikti belaka. Aku terlalu bodoh untuk percaya dengan kata-kata menunggu, terlalu bodoh untuk cepat jatuh cinta, terlalu bodoh untuk cepat menganggumi seseorang sampai pada akhirnya aku sangat bodoh untuk tidak mengetahui ada seseorang yang mencintaiku disana. Saat aku memayungkan seseorang yang ku dambakan tanpa memikirkan rintik hujan jatuh tetes demi tetes membasahi seluruh tubuhku, ada dia yang mengkhawatirkan ku, ada dia seolah-olah datang tanpa aku sadari memayungkan diatas kepalaku ketika dia sangat khawatir hujan itu jatuh mengenai tubuhku.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Teruntuk : dia yang memayungiku
Hal itu aku sangat ingat ketika awal berjumpa aku memulai percakapn lewat sebuah social media, percakapan itu bagaikan percakapan layaknya seorang teman biasa. Aku hanya menggapnya seorang teman, Karena saat itu aku sedang mati-matian menunggu untuk menepati janjiku kepada dia seseorang yang aku tunggu. Aku bodoh tidak mengetahui maksud inti percakapannya itu, aku hanya berfikir ini hanya sebuah gombalan belaka. Sampai pada akhirnya ternyata dia yang ku anggap teman biasa menaruh hati kepadaku. Menaruh hati saat awal kami memulai suatu perkuliahan dan itu saat percakapan dimulai saat dia sedang menjalankan hobbinya itu. Pada awalnya aku tidak tau masalah hati dia, setiap kata demi kata dia kirim untuk menemaniku mengajakku kesuatu tempat yang selalu dibilamg romantis. Dan pada akhirnya aku jujur menyukainya tapi itu aku katakana didalam hati saja, aku tidak mau siapapun yang tau. Disaat itu aku mengetahui dia juga menaruh rasa yang sama, dan aku menayakan itu . dan itu benar , dia bilang suka sejak dulu. Pada akhirnya Cuma kata suka yang didapatkan, bukankah kata suka itu bermakna banyak ? suka, sayang dan cinta itu sangatlah berbeda maknanya. Yang aku dapatkan itu suka bukan kata cinta atau sayang. Dan detik demi detik dilalui melihat sebuah foto dia denga seorang wanita, wanita itu bukan aku atau bukan temannya melainkan seseorang kekasih yang dia pacari sejak kembali kekampung halamannya. Rasanya ketika melihat itu dipikiran ku hanya mencari tau semuanya, dan pada akhirnya dia bercerita “dia menunggu jawabanku, dan seorang lelaki juga lelah menunggu” tetapi bagiku dia tidak menanyakan sesuatu apapun , dia hanya bila dia suka. Udah gitu aja. Dalam hal lain aku hanya berpikir dia Cuma suka bukan ingin melanjutkan adanya hubungan .intinya sesuatu yang disukai jangan dipendam ceritakan kepadanya mungkin dia juga memiliki rasa yang sama dengan kita. 

 Dari : wanita yang harusnya memilih sebuah emas yang memayunginya