To : Seseorang yang dikagumi
Dari : seorang pengagum yang kau tau siapa dia, tapi tak pernah kau hiraukan perasaannya .
Perasaan itu ibarat sebuah sepatu, jika tak mempunyai pasangannya sepatu itu tak akan berarti apa-apa. Sama hal nya dengan perasaan, jika hanya satu orang saja hanya bisa mencintai, tapi yang lainnya tak bisa mencintai, perasaan itu tak bisa berarti apa-apa. Begitu juga antara perasaanku kepadamu, perasaan yang sebetulnya sudah tersimpan ketika pertama kali kita kenal. Aku bagaikan setangkai bunga mawar yang begitu mekar kau dipetik kemudian ketika bunga itu sudah layu, kau biarkan tergeletak tak berdaya bersama para debu yang melewatinya dan begitu saja kau buang. Aku tau, perasaan ku ini salah karna menyukaimu, tapi apakah salah aku terlanjur menyukaimu ? apakah salah perasaan ini tumbuh kepadamu ?Tidakkah ?. Aku berusaha berkata bohong kepada diriku sendiri bahwa aku telah melupakan semua perasaanku kepadamu, tapi apakah mungkin perkataan ku bisa membohongi perasaan ku selama ini ? TIDAK ! . Perasaan tak mungkin bisa berbohong, walaupun mulut, tingkah laku atau semuanya yang membuat aku bisa melupakanmu. Ooooh tuhaann, aku ingin dia tau semua ini, semua perasaanku. Aku ingin dia tau betapa hati ini ingin berkata bahwa aku ingin memilikinya. Yaa, mungkin ini cuma nafsu manusia untuk memiliki yang bukan haknya, tapi sebetulnya nafsu bisa dikalahkan oleh perasaan yang tulus, tulus untuk memiliki, mencintai dan menyayangi .
Kamis, 17 April 2014
Minggu, 23 Maret 2014
Sebuah kisah singkat
Perkenalan ini terlalu singkat
Aku dan kamu bertemu saat aku sendiri dan kau juga begitu
. Kita berkenalan tanpa disengaja, saat itu aku melihatmu sedang tersenyum
manis sambil melangkahkan kaki menuju kelasmu . Aku memandangmu dengan begitu jelas,
matamu yang tajam, alismu yang tebal dan senyummu yang membuat hati ini menjadi
berdetak tidak karuan . Setelah saat aku berkenalan denganmu tanpa disengaja ,
aku mulai menyukaimu . Ya, aku mulai mengakui bahwa aku menyukaimu . Menyukai
semua apapun tentangmu. Disela-sela waktu, aku menyisakan untuk memandangmu
dari jendela kelasku mungkin kelas kita tak begitu jauh hanya berjarak sepuluh
langkah dari kelasku .
Tanpa disadari waktu
terus berjalan, kita semakin dekat bagaikan sebuah kertas dan pulpen, tanpa
pulpen kertas tak akan menjadi suatu hal yang menarik . Setiap detik, menit,
jam aku selalu stalking apapun tentangmu, semua kegiatanmu dan mungkin banyak yang
berkata aku wanita kepo. Aaaah tak masalah, bagiku melihat tulisan mu juga aku
sudah merasa puas dengan begitu aku tau apa yang kau lakukan pada saat itu .
Hari demi hari dilewati, aku memberikan sedikit
pengertian, perhatian agar kau peka dengan semua yang aku berikan . Tapi,
apaaaa ? hanya sebuah tulisan pendek yang aku dapatkan . Tak apalah, itu
mungkin kau hanya membuatku merasa bahagia saja .
Aku menganggap
semua tatapanmu, perkataanmu, pengertianmu dan semua yang kau lakukan untukku
itu membuktikan bahwa kau menyukaiku juga . Tapi, tidak. Itu hanyalah sebuah
kebohongan, kebohongan untuk membuatku bahagia .
Disisi lain ada
seseorang yang datang, seseorang itu masa lalumu yang membuat dirimu merasa
diberikan harapan palsu, tapi sekarang mengapa dia datang. Aku tidak
menyalahkan dia datang untuk menyukaimu, itu bagiku hal yang wajar . Tapi
mengapa dia datang saat aku sudah terlanjur mencintai dan menyukaimu . Apakah
kau hanya seseorang yang hanya datang tanpa mengucapkan salam dan pergi dengan
begitu saja tanpa pamit ? Mungkin kita
hanya dijadikan sebagai cinta yang sebatas angin lewat
Langganan:
Postingan (Atom)