Kamis, 17 April 2014

Aku dan Perasaanku

To : Seseorang yang dikagumi 
Dari : seorang pengagum yang kau tau siapa dia, tapi tak pernah kau hiraukan perasaannya .

Perasaan itu ibarat sebuah sepatu, jika tak mempunyai pasangannya sepatu itu tak akan berarti apa-apa. Sama hal nya dengan perasaan, jika hanya satu orang saja hanya bisa mencintai, tapi yang lainnya tak bisa mencintai, perasaan itu tak bisa berarti apa-apa. Begitu juga antara perasaanku kepadamu, perasaan yang sebetulnya sudah tersimpan ketika pertama kali kita kenal. Aku bagaikan setangkai bunga mawar yang begitu mekar kau dipetik kemudian ketika bunga itu sudah layu, kau biarkan tergeletak tak berdaya bersama para debu yang melewatinya dan begitu saja kau buang. Aku tau, perasaan ku ini salah karna menyukaimu, tapi apakah salah aku terlanjur menyukaimu ? apakah salah perasaan ini tumbuh kepadamu ?Tidakkah ?. Aku berusaha berkata bohong kepada diriku sendiri bahwa aku telah melupakan semua perasaanku kepadamu, tapi apakah mungkin perkataan ku bisa membohongi perasaan ku selama ini ? TIDAK ! . Perasaan tak mungkin bisa berbohong, walaupun mulut, tingkah laku atau semuanya yang membuat aku bisa melupakanmu. Ooooh tuhaann, aku ingin dia tau semua ini, semua perasaanku. Aku ingin dia tau betapa hati ini ingin berkata bahwa aku ingin memilikinya. Yaa, mungkin ini cuma nafsu manusia untuk memiliki yang bukan haknya, tapi sebetulnya nafsu bisa dikalahkan oleh perasaan yang tulus, tulus untuk memiliki, mencintai dan menyayangi .

                           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar