Minggu, 23 Maret 2014

Sebuah kisah singkat



Perkenalan ini terlalu singkat

Aku dan kamu bertemu saat aku sendiri dan kau juga begitu . Kita berkenalan tanpa disengaja, saat itu aku melihatmu sedang tersenyum manis sambil melangkahkan kaki menuju kelasmu . Aku memandangmu dengan begitu jelas, matamu yang tajam, alismu yang tebal dan senyummu yang membuat hati ini menjadi berdetak tidak karuan . Setelah saat aku berkenalan denganmu tanpa disengaja , aku mulai menyukaimu . Ya, aku mulai mengakui bahwa aku menyukaimu . Menyukai semua apapun tentangmu. Disela-sela waktu, aku menyisakan untuk memandangmu dari jendela kelasku mungkin kelas kita tak begitu jauh hanya berjarak sepuluh langkah dari kelasku .  
Tanpa disadari waktu terus berjalan, kita semakin dekat bagaikan sebuah kertas dan pulpen, tanpa pulpen kertas tak akan menjadi suatu hal yang menarik . Setiap detik, menit, jam aku selalu stalking apapun tentangmu, semua kegiatanmu dan mungkin banyak yang berkata aku wanita kepo. Aaaah tak masalah, bagiku melihat tulisan mu juga aku sudah merasa puas dengan begitu aku tau apa yang kau lakukan pada saat itu .
Hari demi hari dilewati, aku memberikan sedikit pengertian, perhatian agar kau peka dengan semua yang aku berikan . Tapi, apaaaa ? hanya sebuah tulisan pendek yang aku dapatkan . Tak apalah, itu mungkin kau hanya membuatku merasa bahagia saja .
 Aku menganggap semua tatapanmu, perkataanmu, pengertianmu dan semua yang kau lakukan untukku itu membuktikan bahwa kau menyukaiku juga . Tapi, tidak. Itu hanyalah sebuah kebohongan, kebohongan untuk membuatku bahagia .
 Disisi lain ada seseorang yang datang, seseorang itu masa lalumu yang membuat dirimu merasa diberikan harapan palsu, tapi sekarang mengapa dia datang. Aku tidak menyalahkan dia datang untuk menyukaimu, itu bagiku hal yang wajar . Tapi mengapa dia datang saat aku sudah terlanjur mencintai dan menyukaimu . Apakah kau hanya seseorang yang hanya datang tanpa mengucapkan salam dan pergi dengan begitu saja tanpa pamit ?  Mungkin kita hanya dijadikan sebagai cinta yang sebatas angin lewat 

2 komentar:

  1. Atau mungkin itu semua adalah skenario tuhan penuh warna dan cinta walau hanya sementara dan kelak kan selamanya.
    keren keren nih artikelnya :)

    BalasHapus